Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Work-Life Balance, Akrobat Kehidupan dan Pekerjaan

Foto oleh Julia Avamotive dari Pexels
Bisa mencapai the real work life balance agaknya jadi cita-cita bagi setiap pekerja. Ketatnya persaingan di dunia kerja yang kerap memaksa seseorang untuk bekerja ekstra demi mendapat hasil yang maksimal mengingat ada kebutuhan yang harus dipenuhi.

Karena alasan inilah tak sedikit pekerja yang kemudian jadi mudah sakit, kehilangan waktu kumpul keluarga, bahkan uang yang dihasilkan habis begitu saja demi meredam stres yang dirasakan.

Itu sebabnya kamu harus tahu cara meraih work life balance. Karena, kamu berhak punya hidup yang berkualitas, baik itu di dalam maupun luar kantor.

Well, work life balance adalah kondisi di mana seseorang bisa merasakan keseimbangan antara urusan pekerjaan dan kehidupan pribadinya sehingga mereka tetap enjoy menjalani keduanya.

Itu kenapa work life balance tidak cuma baik untuk kesehatan fisik tapi juga mental. Ada banyak cara untuk mewujudkan work life balance. Simak tipsnya, yuk!

1. Tinggalkan pekerjaan di tempat kerja

Tinggalkan segala hal yang berhubungan pekerjaan setelah jam kerja berakhir, termasuk saat weekend atau hari libur.

Jika kamu diminta untuk menyelesaikan pekerjaan di luar jam kerja, coba diskusikan dengan atasan. Tidak ada salahnya bersikap asertif dan terbuka ketika diperlukan.

Bukan artinya kamu mengabaikan tanggung jawab, tapi kamu butuh istirahat untuk mengembalikan energi.

2. Ubah kebiasaan buruk di tempat kerja

Pekerjaan yang menumpuk bisa jadi akibat kebiasaan burukmu sendiri. Coba deh, kamu tanyakan ke dirimu sendiri apa yang sering menjadi penyebabnya.

Apa karena kamu sering terdistraksi dengan notifikasi medsos? Atau mungkin kamu terlalu banyak ngobrol dengan teman di sebelah? Ujung-ujungnya pekerjaan menumpuk dan kamu pun merasa stres.

3. Jangan sungkan untuk meminta bantuan

Ketika kamu mengalami kesulitan dalam bekerja, jangan ragu untuk meminta bantuan agar pekerjaan bisa segera diselesaikan.

Soalnya, ada orang yang merasa sungkan minta bantuan hanya karena takut dianggap tidak kompeten oleh atasan maupun rekan kerja.

4. Berbagi keluh kesah dengan orang tersayang

Menyimpan stres sendirian akan memperburuk kondisi kesehatan mental kamu. Padahal nggak dosa kok kalau sesekali berkeluh kesah.

Meski tidak dapat menyelesaikan masalah dan menghilangkan kelelahan secara langsung, setidaknya kamu bisa merasa lebih lega. Sebab dukungan mereka bisa menjadi energi tersendiri.

5. Luangkan waktu untuk memanjakan diri

Meluangkan waktu untuk memanjakan diri dan melakukan apa yang kamu sukai juga baik untukmu.

Berendam air panas, nonton film, baca buku, berkebun, atau meditasi contohnya. Kegiatan ini baik untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental.

6. Cari pekerjaan yang lebih baik

Selain berasal dari dalam diri, ketidakseimbangan dalam pekerjaan dan kehidupan juga bisa saja disebabkan oleh tempat kerja yang memang tidak mendukung.

Jika memang begitu, ada baiknya kamu mempertimbangkan untuk mencari yang baru sebab bertahan di lingkungan kerja yang tidak sehat hanya akan membuat lelah fisik dan psikis.

7. Berkonsultasi dengan ahli

Kelelahan dalam bekerja mungkin terdengar normal. Namun, kalau sudah mengarah ke burnout, kamu harus waspada, ya!

Jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter ataupun psikolog kalau kamu merasa ada yang tidak beres dengan kondisimu. Dengan begitu kamu bisa cepat mendapat bantuan dan penanganan yang tepat.

Mencapai work life balance memang tidak mudah, terlebih kalau kamu berada di kondisi yang menuntutmu untuk menjalani pekerjaanmu saat ini. Meski demikian, tetap perhatikan kehidupan pribadi dan kebahagiaanmu, ya!

Karena kalau kamu bahagia dengan pekerjaanmu, hasilnya juga pasti baik.

Post a Comment for "Work-Life Balance, Akrobat Kehidupan dan Pekerjaan"